Bau Mulut (Halitosis)

Bau Mulut (Halitosis) adalah bau tidak sedap yang tercium ketika penderita menghembuskan nafasnya.

Halitosis psikogenik merupakan suatu keyakinan bahwa nafas seseorang bau, padahal sebenarnya tidak.
Masalah ini bisa terjadi pada orang yang cenderung untuk melebih-lebihkan sensasi tubuh yang normal.

Kadang-kadang halitosis psikogenik disebabkan oleh kelainan jiwa yang serius, seperti skizofrenia. Seseorang dengan pikiran yang obsesif bisa memiliki perasaan kotor yang berlebihan. Seseorang yang paranoid bisa memiliki khayalan bahwa organnya rusak. Keduanya bisa beranggapan/berkeyakinan bahwa nafas mereka bau.

PENYEBAB

Biasanya bau mulut disebabkan oleh makanan atau zat tertentu yang telah ditelan atau dihirup, atau oleh fermentasi bagian-bagian makanan dalam mulut.

Bau mulut juga bisa merupakan gejala penyakit tertentu yang mempengaruhi seluruh tubuh, seperti penyakit hati, kencing manis (diabetes) yang tidak terkontrol, atau penyakit pada paru-paru atau mulut.

Bau mulut biasanya tidak disebabkan oleh masalah dalam usus.
Kecuali selama menelan, katup kerongkongan pada mulut lambung tertutup, sehingga bau dari lambung atau sistem pencernaan yang lebih bawah, tidak akan mencapai mulut.
Tetapi ada tumor pada kerongkongan atau lambung yang menyebabkan cairan atau gas berbau busuk, mengalami regurgitasi ke dalam mulut.

GEJALA


Tercium bau yang tidak sedap ketika penderita menghembuskan nafasnya.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya,

PENGOBATAN

Penyebab fisik dapat dikoreksi atau disingkirkan.
Sebagai contoh, orang bisa berhenti makan bawang putih atau memperbaiki kebersihan mulutnya.

Banyak pewangi mulut dan semprotan mulut yang bisa dipakai, yang terbaik adalah yang mengandung klorofil. Atau bisa juga dengan menggunakaan arang yang diaktifkan yang akan menyerap bau.

Dokter bisa membantu meyakinkan penderita halitosis psikogenik, bahwa nafas mereka tidak bau. Bila masalahnya berlanjut, mungkin diperlukan bantuan dari seorang prikoterapis.