Kolik Pada Bayi Baru Lahir

Kolik adalah suatu gejala kompleks pada bayi yang ditandai dengan menangis kuat dan keras, nyeri perut yang jelas dan rewel.

PENYEBAB
Kolik sering terjadi, ditemukan pada 1 diantara 10 bayi. Lebih sering terjadi pada anak pertama.
Kolik seringkali mulai timbul dalam waktu 10 hari sampai 3 minggu setelah bayi lahir, dan berlangsung sampai bayi berusia 3-4 bulan dimana biasanya kolik akan menghilang dengan sendirinya.

Meskipun nyeri perutnya jelas, bayi yang mengalami kolik tetap mau makan dan berat badannya bertambah.
Episode menangis cenderung terjadi pada saat yang sama setiap harinya, tetapi sebagian kecil bayi menangis seharian.

Penyebab yang pasti tidak diketahui, tetapi beberapa faktor berikut diduga berperan dalam terjadinya kolik:
# Menelan udara selama menangis, makan atau mengisap jari
# Pemberian makan yang berlebihan (baik berupa ASI maupun susu formula)
# Ketegangan dalam keluarga dan kecemasan pada orang tua
# Alergi usus terhadap susu
# Refluks esofageal.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kolik mungkin berhubungan dengan refluks esofagitis, yaitu suatu keadaan yang terjadi jika kerongkongan mengalami iritasi karena asam dari lambung mengalir kembali ke kerongkongan.

GEJALA
Gejalanya berupa:
# Bayi tiba-tiba menangis keras dan sering terjadi pada waktu yang sama setiap harinya. Episode menangis bisa berlangsung selama beberapa menit sampai beberapa jam.
# Nyeri perut yang jelas terlihat dari posisi bayi yang menarik lututnya ke arah perut.
# Rewel.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Jika diduga penyebabnya adalah refluks esofageal, maka dilakukan pemeriksaan untuk mengukur jumlah asam yang mengalami refluks dari lambung ke kerongkongan.

PENGOBATAN
Tidak ada pengobatan khusus untuk mengatasi kolik, tetapi tindakan berikut bisa dilakukan untuk mengurangi nyeri dan menenangkan bayi:
  • Gendong bayi dengan posisi kepala dalam keadaan tegak atau baringkan bayi dengan posisi kepala lebih tinggi dari bagian tubuh lainnya. Bayi yang aktif boleh dibedong.
  • Jika menyusu melalui botol hanya berlangsung kurang dari 20 menit, mungkin lubangnya terlalu besar. Sebaiknya dot diganti dengan dot yang memiliki lubang lebih kecil.
  • Jika setelah selesai menyusu bayi tampak masih ingin menghisap, bisa diberikan kempeng.
  • Jangan terlalu banyak memberikan susu atau jangan menyusui terlalu cepat.
  • Berikan kehangatan pada perut bayi melalui botol berisi air panas yang dibungkus dengan kain yang lembut.
  • Mengayun-ayun, menggendong atau menepuk-nepuk bayi bisa membantu menenangkan bayi. Ada juga bayi yang menjadi tenang jika diajak jalan-jalan naik mobil atau jika mendengarkan suara pengering rambut maupun penyedot debu.
  • Jika setelah 30 menit usaha menggendong atau menenangkan bayi tidak berhasil, maka biarkan bayi menangis dan nanti dia akan tertidur dengan sendirinya karena lelah. Jika setelah 15 menit bayi masih menangis, gendong dan tenangkan kembali.

Kadang diberikan obat-obatan. Sejumlah obat-obatan telah dicoba, seperti obat pengendur otot, antasid, anti-gas, obat penenang yang ringan dan antihistamin; tetapi belum ada yang terbukti manjur.
Orang tua tidak boleh memberikan obat untuk kolik kepada bayi yang berumur dibawah 6 bulan tanpa sepengetahuan dokter.

PENCEGAHAN
Kebanyakan kolik tidak dapat dicegah.
Menghindari faktor-faktor yang berhubungan dengan kolik mungkin akan membantu. Misalnya merubah posisi bayi ketika disusui atau mengganti susu formula (jika terdapat alergi susu sapi).
Kolik bukan akibat dari pengasuhan atau perawatan anak yang salah, jadi sebagai orang tua, jangan merasa bersalah atau saling menyalahkan satu sama lain.