Ciuman, Kapan dan Bagaimana Mulai?




MENGAPA kita mencium? jawaban yang keluar bisa beragam. Bisa jadi Anda menjawab karena gairah seksual meningkat. Bisa juga karena ingin menunjukkan rasa sayang, rasa hormat dan lain-lain.

Tapi coba cermati seekor induk burung, entah itu bapak atau ibunya saat sedang memberi makan anaknya. Anda akan sadar bahwa kegiatan yang disebut mencium antar mulut yang satu dengan yang lain bermula dari cara kuno yang dilakukan induk burung saat memberi makan anaknya.

Dalam beberapa kebudayaan, ada kebiasaan seorang ibu yang mengunyah makanan terlebih dahulu sebelum memberikannya pada bayinya. Gaya khas mencium ini didorong oleh perasaan cinta mendalam saat mulut beradu.

Secara teknis, sebuah ciuman mulut dilakukan dengan membuat kontraksi pada dua otot orbicularis di bibir saat bibir-bibir itu diadu. Saat seorang bayi lahir, dia akan menghisap payudara si ibu tanpa perlu diajari. Teknik yang digunakan nyaris sama dengan mencium. Artinya ciuman adalah insting dasar manusia.

Banyak penelitian menegaskan bahwa wanita ternyata lebih suka menikmati ciuman lebih lama daripada pria. Para wanita lebih mudah mengingat pengalaman ciuman romantis mereka yang pertama kalinya daripada pria.

Istilah kiss sendiri yang artinya mencium dalam bahasa Indonesia berasal dari istilah Inggris kuno cyssan, yang muncul sebelum abad kedua puluh. Artinya menyentuh atau memberi perhatian denan bibir sebagai ekspresi dari salam, afeksi, atau penghargaan. Gampangnya, ini merupakan satu cara, di jaman moderen untuk membagi sesuatu yag spesial untuk orang yang spesial.

Ciuman Perancis-French Kiss; Awal Tahun 1920-an
Istilah French Kiss pertama kali diketahui di Inggris pada tahun 1920-an. Aktivitas ini ditandai dengan membuka mulut masing-masing lalu dengan bergairah mengadu lidah satu sama lain.

Kata Perancis (French) disebutkan disini bukan karena ciuman dengan lidah ini adalah ciuman khas Perancis. Ciuman semacam bisa kita temukan dalam berbagai budaya, entah disebut ciuman lidah, cium basah atau soul kissing. Namun orang-orang Amerika dan Inggris menamakannya demikian karena menganggap orang-orang Perancis sangat liberal dalam hal kegiatan seks.

Tidak heran pula ada banyak istilah seks dikaitkan dengan Perancis (French).
Ada French disease (syphilis), French love letter (kondom), French postcard (gambar-gambar porno), Frenching (oral seks), French woman (pelacur).

Ciuman Romantis, Awal Mula Bangsa Eropa
Tidak semua budaya memiliki gaya bercium romantis. Tampaknya kebiasaan mencium secara romantis ini bermula dari kebudayaan awal mula orang-orang Eropa muncul. Setidaknya hal ini bisa dilacak cari teks dan literature yang ada.

Orang-orang Teuton Jerman, Yunani, Romawi dan juga klan Semit adalah yang memulai mengembangkan gaya ciuman romantis. Kelompok orang-orang ini menyebar ke mana-mana.

Orang China kuno dan Jepang tentu saja juga melakukan ciuman. Namun malu-malu, sehingga tidak mau ketahuan orang lain. Ciuman adalah kegiatan pribadi antara dua orang dan tidak layak untuk didiskusikan apalagi ditulis.

Saat orang Eropa mulai mengunjungi wilayah timur di abad enam belas, orang-orang China dan Jepang sempat terkejut serta merasa luar biasa dengan kebiasaan orang Eropa yang tidak malu-malu berciuman di depan publik.

Pada pertengahan abad sembilan belas, saat bahasa China mulai diterjemahkan ke bahasa barat, mulailah ditemukan tulisan baru yang menggambarkan gaya ciuman romantis.

Ciuman a la Eskimo
Gaya mencium dengan menempelkan hidung satu sama lain bemula dari kebiasaan yang dilakukan oleh orang Polynesia, sebagian Asia, Afrika, dan Eskimo artik. Orang Eskimo malah melakukannya dengan cara menempelkan mulut dan hidung di pipi sambil menghirup udara. Mereka saling membaui satu sama lain. Dalam kasanah bahasa Eskimo, kata ‘mencium’ justru punya arti ‘membaui’. Tidak heran bila dalam industri parfum, bau memberi kesan erotis tersendiri karena dijual dan diperdagangkan.

Bahkan dalam kebudayaan Semit pernah diceritakan saat Iskak meminta Jakub menciumnya, sebelum memberkatinya. Meskipun sebenarnya Iskak bermaksud hendak membaui apakah benar yang dimintanya itu Esau, kakak Jakub. Sayang, karena Jakub lebih cerdik, dengan baju kulit yang dikenakannya, Iskak terkelabui, sehingga berkat datang pada Jaku (Kitab kejadian 27:27).

Ciuman Pipi
Orang-orang wanita Indian Amerika Utara melakuka bentuk ciuman ini dengan cara menempelkan bibir dengan rilek ke pipi seorang laki-laki tanpa gerakan lain atau suara tertentu. Maksudnya tidak lain adalah hendak merasai bau si pria.

Ciuman Tangan
Ciuman tangan mulai muncul di beberapa wilayah bagian India dan Arab Peninsula. Di budaya tertentu malahan kebiasaannya lain lagi. Orang mencium tangannya sendiri kemudian menempelkannya ke dahi orang lain. Kebudayaan lain menceritakan hal yang lain lagi, saat dua orang pria bertemu mereka akan memberi salam satu sama lain dengan cara mencium secara cepat punggung tangan satu sama lain. di Eropa, ciuman tangan pada seorang wanita dikenal dengan sebutan Handkuss.

Selama abad pertengahan, beberapa rabbi di wilayah timur mengadopsi kebiasaan menggunakan sarung tangan tipis entah itu musim salju ataupun panas untuk menghindari gairah atau birahi. Sarung tangan itu digunakan untuk menghindari gejolak yang mungkin timbul saat bertemu seorang wanita. Kebiasaan mereka justru si wanitalah yang mencium punggung tangan pria.

Ciuman Menghisap Bibir
Orang-orang India memiliki bentuk ciuman yang lebih dahsyat lagi, yakni cara mencium dengan menghisap bibir orang dicium secara secara bergairah. Dalam Kama Sutra hal semacam ini diajarkan. Cara ciuman ini persisnya adalah ketika seorang pria menghisap bibir atas si wanita, si wanita sebaliknya menghisap bibir bawah si pria. “Kumakan kau,” kata mereka satu sama lain. faktanya, beberapa binatang, khususnya serangga betina, akan memakan pasangannya setelah melakukannya hubungan seks.

Ciuman Seremonial
Saat Odysseus, seroang pejuang dari Yunani pulang dari pengembaraannya yang panjang, seorang temannya menciumnya di kepla, tangan dan bahu. Beberapa abad sesudahnya, ciuman antara pria semacam menjadi kebiasaan yang dilakukan antara seorang uskup dan pastor. Seorang usku akan mencium pastor yang baru ditahbiskan dan pastor tersebut akan mencium kaki Sri Paus.

Orang-orang Katolik Roma melakukan kebiasaan dengan mencium altar, reliqui atau benda yang ditinggalkan oleh para kudus, luka-luka pada patung Jesus, dan saudara-saudara mereka yang meninggal. Orang Yahudi punya kebiasaan mencium kitab Taurat, tapi tidak pernah mencium saudara mereka yang sudah meninggal. Selama abad pertengahan, seorang ksatria akan dicium oleh ksatria yang lebih tua, bahkan kadang-kadang oleh raja, setelah dilantik.

Ciuman tangan khususnya antara lekali, adalah sebentuk sikap menghormati. Menurut salah satu legenda Kristen, acara mencium kaki atau tumit Sri paus sebenarnya adalah bagian dari gaya ciuman tangan. Cerita berkembang. Di abad delapan, diceritakan seorang wanita yang sedang bergairah tidak hanya mencium tangan Sri paus,melainkan juga menghisap jari-jari sang pemimpin umat Katolik sedunia ini dengan dahsyatnya.

Tentu saja, orang yang dianggap suci ini terkejut sekali. Lalu selanjutnya agar kebiasaan tidak berlanjut, Paus mengumumkan bahwa ciuman tangan ini diganti dengan ciuman kaki. Sementara dalam legenda lain menyebutkan adanya kebiasaan mencium kaki raja.

Ciuman Kupu-kupu
Beberapa kebudayaan memiliki kebiasaan yang lebih aneh lagi saat kedua orang dimabuk cinta. Caranya dengan mengedipkan bulu mata ke pipi pasangannya. Sementara mengadu bulu mata disebut “double butterfly.”

Ciuman kupu-kupu ini mengadopsi cara mencium serangga yakni dengan cara menempelkan satu sama lain antenanya ke pasangannya. Naun, tentu saja dua orang yang sedang jatuh cinta bisa saja membuat bentuk ciuman yang lain lagi. Mau bereksperimen? (Kompas,Jumat, 5/9/2008 )