Kegemukan Berisiko Rematik



Obesitas (kegemukan) merupakan salah satu pendorong terjadinya osteoartritis (pengapuran sendi) yang bisa memunculkan rematik. Itu terjadi karena timbunan lemak di tubuh bisa membebani persendian panggul, pinggang, dan (terutama) lutut. Untuk itu, mereka yang kegemukan disarankan untuk lebih sering berolahraga agar mengurangi risiko terjadinya rematik.
Demikian dikatakan dr Yoga Iwanoff Kashmirj, spesialis penyakit dalam dan konsulen rematik pada Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, seusai simposium "Rheumatic Diseases and the New Evidence on Cox 2 Selective Inhibitors" di Balikpapan, Minggu (30/9).

"Pada orang gemuk, persendian panggul, pinggang dan-terutama-lutut terbebani berat badan yang dapat merusak sendi serta menimbulkan osteoartritis," papar Yoga.

Osteoartritis, lanjutnya, merupakan satu dari empat jenis rematik-dari 140-an jenis rematik yang dikenal dunia kedokteran-yang umum diderita orang Indonesia. Tiga yang lainnya adalah Rheumatoid Artritis, Artritis Gout, dan Spondilitis Ankilosing.

Tampil juga sebagai pembicara dalam simposium tersebut adalah dr Riardi Pramudiyo Sp PD KR dari RS Hasan Sadikin Bandung dan dr Shahril Shahibu SpB dari RS Pertamina Balikpapan. Simposium yang disponsori oleh sebuah perusahaan farmasi itu diikuti 204 dokter umum dan spesialis dari seluruh Kaltim.

Masalah kesehatan

Berdasarkan penelitian, kata dr Shahril Shahibu, rematik merupakan masalah kesehatan masyarakat yang bisa mengurangi produktivitasnya. Sebab, 75 persen penduduk pedesaan dan 78 persen penduduk perkotaan berpotensi mengidap rematik.

"Rematik merupakan suatu sindroma dengan tiga keluhan utama, yaitu nyeri, kaku, dan kelemahan sendi. Terdapat tiga gejala rematik, yakni pembengkakan sendi, kelemahan otot, dan gangguan gerak sendi," tambah Shahril.

Yoga dalam kesempatan itu juga membantah anggapan masyarakat tentang penyebab rematik yang-menurut dia- tidak berdasar. Mandi dengan air dingin pada malam hari misalnya, ucap Yoga, bukanlah menjadi penyebab rematik. "Kalau sudah terkena rematik, kemudian mandi dengan air dingin, ya tambah nyeri," katanya.

Tentang kebiasaan makan, Yoga menjelaskan, hanya ada satu jenis rematik yang disebabkan oleh pola makan, yaitu Artritis Gout (rematik pada persendian kaki). "Itu pun tidak serta-merta disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu. Akan tetapi, sebaiknya menghindari, makan jeroan, kembang kol, brokoli, asparagus, melinjo, dan sea food," ucapnya.

Untuk mengatasi rematik, Yoga menyarankan penggunaan obat yang mengandung Cox 2, karena tidak memiliki efek samping seperti gangguan lambung dan ginjal. "Dengan Cox 2 yang memiliki efek terapi, nyeri pencernaan dan ginjal berkurang," demikian Yoga./Kompas