Perut Buncit dan Risiko Pikun


Memiliki perut ramping ternyata tak hanya untuk kepuasan estetika semata tapi juga kesehatan. Menurut hasil penelitian terbaru yang dimuat dalam jurnal kesehatan Neurology, para pemilik perut buncit dan berlemak lebih beresiko mengalami kepikunan di usia tuanya.
Selain risiko mengalami penyakit demensia (pikun), orang yang memiliki tumpukan lemak di area perut atau disebut juga memiliki bentuk tubuh apel, lebih beresiko terkena penyakit diabetes, stroke, dan jantung.

Untuk kepentingan studi tersebut para ahli melibatkan 6,583 pria dan wanita berusia 40-45 tahun yang telah melakukan pemeriksaan kesehatan (check up) antara tahun 1964 dan 1973. Hasil penelitian antara lain menyimpulkan responden yang memiliki berat badan normal namun ukuran lingkar perut besar beresiko 89 persen mengalami demensia.

Menurut Dr.Jose Luchsinger dari Columbia University Medical Center, New York, AS, yang meneliti kaitan antara perut buncit dan kepikunan, hasil studi semacam itu belum bisa dijadikan bukti lemak di perut menyebabkan kepikunan di masa datang. Meski demikian ia menduga kadar insulin yang dimiliki orang berperut buncit memiliki peranan terhadap terjadinya demensia.

Walau belum terbukti demensia akan terjadi pada orang berperut buncit, namun risiko penyakit lain yang perlu diwaspadai adalah penyakit jantung, diabetes, dan stroke.
Jadi, jangan biarkan lemak di perut menumpuk terlalu lama./Kompas