MANIS-MANIS PEDAS, BANGKITKAN VITALITAS

Cabai biasa dipakai untuk sambal. Namun, ada cabai yang juga bisa dipakai untuk campuran jamu. Dia adalah cabe jawa. Penampilannya eksotis, terutama batangnya yang menjalar-melilit.

Cabe jawa (Piper retrofractum) masih "bersaudara" dengan lada (Piper nigrum), kemukus (Piper cubeba), dan sirih (Piper betle). Semula, penanaman tanaman yang amat mirip dengan cabai ini terkonsentrasi di Jawa. Ia memiliki beberapa nama daerah. Orang Madura mengenalnya "cabi jamo", atau "cabi onggu". Di Jawa Timur terkenal dengan sebutan "cabe jamu". Di jawa Tengah sering disebut "cabe sulah" atau "cabe alas". Orang Cina menyebutnya "bi ba".

Yuk, kita kenali karakteristik tanaman ini. Batangnya tumbuh memanjat, melilit atau melata, dengan akar-akar lekat mirip sirih atau lada. Oleh karena itu, untuk hidupnya ia membutuhkan tanaman cukup besar untuk melekatkan akar-akarnya tadi. Daunnya berwarna hijau muda mengkilap, berbentuk bulat telur, pangkal daun membulat, namun ujung daun runcing. Pada permukaan daun terdapat bintik-bintik kelenjar.

Bunga cabe jawa berkelamin tunggal. Bunga itu berbentuk bulir. Dari bunga, jadilah buah. Bentuk buahnya bulat memanjang. Saat masih muda, ia berwarna hijau. Ketika tua, berwarna kecokelat-cokelatan. Buah buah yang sudah matang akan berubah warna menjadi merah cerah. Panjang buah sekitar 2 - 7 cm, dengan biji berukuran sekitar 2 - 2,5 mm. Kekhasan buah cabe jawa ini adalah rasanya yang manis-manis pedas tajam.

POHON INDUK SEHAT
Yang diperlukan untuk menanam cabe jawa di pekarangan adalah tanaman panjat, yaitu tanaman hidup yang dipakai untuk melekatkan akar-akar cabe jawa. Tanaman panjat ini bersifat tahan lama, cepat tumbuh, tahan pangkas, mudah, dan murah didapat. Contohnya tanaman gamal, dadap duri, kapuk, dan sebagainya.

Bagaimana dengan bibitnya? Memang agak susah mencari bibit cabe jawa, karena jarang bibit tersebut dijual di pasaran umum. Tapi, Anda bisa datang ke perkebunan cabe jawa atau Dinas Pertanian setempat. Kalau ingin lebih puas, Anda bisa mencoba melakukan pembibitan sendiri dengan cara setek.

Pilih pohon induk yang sehat dan sudah berumur lebih dari setahun. Bahan setek diambil dari cabang yang memenuhi syarat, antara lain pertumbuhannya subur, lurus, dan sudah setengah mengayu, berumur sekitar 6 bulan: tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, dan memiliki diameter sekitar 0,6 - 1,2 cm.

Potonglah cabang terpilih dengan pisau tajam atau gunting sepanjang 30 - 40 cm atau memiliki 3 - 4 ruas. Buang sebagian dedaunan untuk mengurangi penguapan yang berlebihan. Olesi bagian bawah setek dengan zat pengatur tumbuh (zpt), misalnya Rootone F 0,7 persen. Atau bisa juga direndam dalam air kelapa 25 persen selama 12 jam.

Setelah itu, sediakan polibag yang telah diisi media semai, yakni campuran tanah subur, pasir dan kompos (1 : 1 : 1). Tancapkan setek secara tegak dan masuk ke dalam media sedalam 4 - 5 cm, dan padatkan seputar pangkal setek. Siram air hingga lembap. Letakkan di tempat yang aman dan teduh. Sesekali waktu, dapat disemprot dengan pupuk daun, misalnya 2 minggu sekali. Pada umur 5 bulan, biasanya setek sudah tumbuh mencapai 5 - 7 ruas, dan itu berarti siap dipindahkan ke kebun pekarangan rumah.

PUPUK DAN PANGKAS
Di dekat tanaman/pohon panjat, buat lubang tanam berukuran lebar 40 cm, panjang 40 cm, dan kedalaman 30 cm. Biarkan terbuka selama 2 minggu, tambahkan pupuk kompos pada tanah galian. Selanjutnya, tanah galian dikembalikan ke lubang, dan tunggu lagi 2 minggu.

Buat lubang kecil seukuran daun cangkul pada lubang tanam. Bibit setek dikeluarkan dari polibag, namun sebelumnya disiram air. Tanamkan bibit setek di tengah-tengah lubang tanam dengan posisi tegak. Padatkan tanah di sekitar pangkal bibit pelan-pelan dan siramlah sampai cukup basah.

Sebulan setelah tanam, lakukan pemupukan dengan 1/2 kg Urea, 1/2 kg TSP, dan 1/2 kg KCl per tanaman. Ulangi lagi setiap 3 bulan sekali dengan dosis sama. Caranya, buat alur dangkal sedalam 10 cm melingkari pokok batang, lantas masukkan pupuk secara merata, dan segera ditutup dengan tanah tipis dan syukur disiram air lagi.

Tanaman cabe jawa bisa tumbuh menjulang tinggi mengikuti pohon panjatnya. Tentu kita tidak menginginkan hal semacam itu. Yang penting, tanaman itu tetap pendek dan produktif. Jadi, lakukan pemangkasan. Pangkas pertama ketika tanaman cabe jawa mencapai tinggi 1,5 meter. Lakukan pemangkasan ini sebanyak 3 kali dalam setahun.

Pada tahun pertama, buah sudah bisa dipetik, meski hasilnya belum optimal. Baru pada tahun-tahun berikutnya, hasil meningkat. Yang menarik, cabe jawa ini berbuah sepanjang tahun. Dalam setahun bisa dipetik sekitar 3 - 5 kali.

BANYAK KHASIAT
Buah cabe jawa mengandung minyak atsiri, piperina, piperidina, hars, zat pati, dan minyak lemak. Menurut catatan, tanaman cabe jawa memiliki beberapa khasiat, antara lain diuretik, sudorifik, stomakik, karminatif, ekspektoran, dan kolagog. Namun, ibu hamil dilarang mengonsumsi cabe jawa karena bisa mengganggu kehamilan. Beberapa ramuan tradisional dari cabai jawa antara lain:

1. Bangkitkan vitalitas
Sediakan 30 gram cabe jamu yang sudah dibuat bubuk, 3 batang petai cina kering yang ditepungkan, 2 butir kuning telur, dan 1 sendok makan madu. Caranya, ambil kuning telur lalu aduk, masukkan bubuk cabe jawa dan tepung petani cina, tambahkan lagi madu. Aduk sampai merata. Minum setiap hari. Ramuan ini berguna untuk membangkitkan vitalitas dan selera seksual.

2. Sembuhkan lemah syahwat
Siapkan 25 gram cabe jamu yang sudah dibuat bubuk, 15 gram pulosari juga dibubukkan, 1 siung bawang putih, 2 butir kuning telur, dan 1 sendok makan madu. Caranya, cabe jawa, pulosari, dan bawang putih ditumbuk lagi sampai halus. Aduk-aduklah. Tambahkan kuning telur dan madu, lantas diaduk hingga merata. Minum secara teratur selama 1 bulan.

3. Obat liver
Obat ini dipakai untuk penderita lever yang buang air tidak teratur dan tinja berwarna hijau tua. Sediakan 3 butir cabe jawa, 1 jari tangan rimpang lempuyang, dan air secukupnya. Caranya, cabe jawa dan lempuyang dicampur, lalu tumbuk dan gerus. Tambahkan air secukupnya, lalu peras dan saring. Sekali minum sebanyak 100 ml. Bila penderita sudah lancer buang air bersih, berhentilah meminumnya.

4. Usir pegal dan kembung
Ambil 2 butir cabe jawa dan 1 rimpang lempuyang. Cuci sampai bersih, lalu tumbuk halus. Oleskan atau tempelkan di bagian tubuh yang pegal atau di bagian perut.

CAPEK HILANG DENGAN CABE PUYANG
Jamu cabe puyang sudah kesohor sejak dulu. Hampir setiap penjual jamu gendong pasti menyediakan jamu cabe puyang ini. Rasanya sedikit pedas, ada aroma manisnya, dan yang pasti segar. Khasiatnya, sembuhkan pegal dan linu-linu pada pinggang, atau mengusir capek. Anda mau bikin sendiri?

Sediakan 1 genggam cabe jawa kering, 1 ons lempuyang, 1/2 ons kencur, 2 ibu jari kunir, 1 1/2 ons beras, 3/4 ons asam kawak, 1/2 kg gula merah, 2 liter air, dan garam secukupnya. Langkah pertama, gula jawa dan asam kawak plus air direbus sampai mendidih. Setelah itu, angkat dan tambahkan garam, lalu aduk merata. Biarkan sampai dingin dan saring hingga diperoleh larutan hasil penyaringan.

Langkah kedua, kupaslah lempuyang, kunir dan kencur. Cuci bersih dan iris tipis-tipis, tambahkan cabe jawa dan beras serta sedikit air matang. Setelah itu, blender sampai halus, kemudian peras dan saring dengan kain penyaring yang bersih. Campurkan hasil saringan bahan-bahan tersebut ke dalam larutan gula merah dan asam kawak tadi.