Tidur hanya 5 jam sehari, 25 persen sel otak rusak.



Berapa jam Anda beristirahat tiap malam? Idealnya, orang butuh delapan jam untuk tidur agar dapat mengembalikan fungsi dan sel tubuh ke kondisi prima.

Jika terlalu sering lembur sehingga waktu istirahat berkurang, Anda perlu waspada. Akibatnya bisa lebih fatal, dari konsentrasi menurun dan produktivitas berkurang. Tak sekadar berdampak ke fisik, kurang tidur juga punya efek mental.

Studi menunjukkan, kurang tidur kelamaan bisa merusak sel-sel otak secara permanen. Dimuat dalam The Journal of Neuroscience, studi menunjukkan tikus yang kurang tidur, 25 persen sel otaknya rusak. Sel otak itu dikenal sebagai neuron locus coeruleus (LC).

Kekurangan tidur pada tikus, sama seperti otak manusia yang berpola pekerja malam. Mereka hanya tidur empat sampai lima jam per hari. Ini pertama kalinya ada penelitian yang membuktikan bahwa kurang tidur bisa menghilangkan sel otak.

Mengutip laman BBC, hal yang sama juga bisa terjadi pada manusia yang terbiasa bekerja lembur. Tim dari University of Pennsylvania School of Medicine pun mempelajari sel-sel tertentu yang membuat otak lebih waspada.

Didapatkan, kerusakan sel pada orang-orang yang kurang tidur dapat bersifat permanen. Itu disebutkan Profesor Sigrid Veasey dari Center for Sleep and Circadian Neurobiology.

Terjawab sudah, mengapa orang-orang yang kurang tidur sering berpikir lebih lambat. Mereka juga lebih banyak bengong, karena memang sel otaknya perlahan rusak seiring waktu istirahat yang menyempit.

“Ini mungkin sederhana bagi hewan. Tapi, bagi manusia, kita harus melihatnya secara lebih hati-hati,” tuturnya, seperti dilansir BBC.
Selanjutnya, ia ingin meneliti kerusakan otak pada pekerja malam, untuk mengetahui sel-sel apa saja yang hilang.

Jika sudah diketahui secara pasti, dalam jangka panjang, peneliti bisa mengantisipasinya dengan mengembangkan perlindungan terhadap sel otak. Caranya, meningkatkan zat kimia alami yang sering bekerja dalam pemulihan tidur. (viva)