Cara Mendiagnosa Penyakit Hipertensi dengan Benar



Secara ideal, tekanan darah Anda seharusnya di bawah 120/80mmHg, meski begitu pada umumnya hasil pengukuran di bawah 130/80mmHg tetap dianggap normal.

Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah Anda menderita hipertensi (tekanan darah tinggi) adalah dengan memeriksa tekanan darah. Orang dewasa sehat yang berusia di atas 40 tahun dianjurkan untuk memeriksa tekanan darah, setidaknya sekali dalam lima tahun.

Jika Anda lebih berisiko mengalami tekanan darah tinggi, Anda dianjurkan untuk memeriksa tekanan darah lebih sering, sebaiknya setahun sekali. Pemeriksaan darah bisa dilakukan oleh seorang dokter atau tenaga medis profesional lain. Jika Anda memiliki perlengkapan sendiri, pemeriksaan bisa dilakukan di rumah.

Prosedur pemeriksaan tekanan darah

Tekanan darah biasanya diukur memakai sfigmomanometer, yaitu alat yang terdiri dari stetoskop, manset, unit pengukur, pompa, dan katup. Berikut ini adalah urutan tata caranya:

  • Manset diletakkan untuk membalut lengan dan kemudian dipompa sampai erat sehingga menutup aliran darah pada lengan
  • Kemudian tekanan perlahan-lahan dilepaskan selagi denyut Anda diperiksa memakai stetoskop
  • Denyut jantung didengarkan saat manset dilonggarkan perlahan-lahan melalui pompa. Tekanan darah diukur dalam skala merkuri.

Sebelum tekanan darah diukur, Anda harus beristirahat setidaknya lima menit dan membuang air kecil. Untuk mendapatkan hasil tekanan darah yang akurat, Anda harus duduk dan tidak bicara saat pemeriksaan dimulai.

Kebanyakan dokter bedah kini memakai sfigmomanometer digital, yaitu alat pengukur tekanan darah yang memakai sensor elektronik dalam mendeteksi denyut Anda.

Tekanan Darah

Tekanan darah bisa berubah-ubah. Mendapat hasil tinggi dalam sekali pemeriksaan bukanlah berarti Anda menderita tekanan darah tinggi.

Perasaan cemas, takut, atau stres saat berkunjung ke dokter, klinik atau rumah sakit bisa meningkatkan tekanan darah. Kondisi ini dikenal sebagai ‘hipertensi jas putih’. Karena itu, Anda mungkin disarankan membeli alat pengukur tekanan darah untuk di rumah agar Anda bisa memantau ukuran tekanan darah Anda secara berkala dalam sehari. Ini akan memastikan konsistensi tekanan darah Anda. Mengukur di rumah mungkin bisa menunjukkan bahwa tekanan darah sebenarnya Anda normal ketika Anda merasa santai.

Alat pengukur tekanan bisa untuk memantau tekanan darah saat di rumah maupun ketika bepergian. Sangat penting untuk membeli alat pengukur tekanan darah yang bisa diandalkan dan memberikan hasil akurat.

Tes darah dan urin dapat dilakukan untuk memeriksa apakah ada kondisi yang menyebabkan meningkatnya tekanan darah, seperti penyakit ginjal.
Memahami Hasil Pengukuran Tekanan Darah

Kekuatan darah dalam menekan dinding arteri (pembuluh darah besar) ketika dipompa ke seluruh tubuh oleh jantung menentukan tinggi rendahnya ukuran tekanan darah.

Pengukuran tekanan darah menggunakan takaran hitungan merkuri per milimeter (mmHg) dan dicatat dalam dua bilangan:
  •  Bilangan pertama: tekanan sistolik adalah tekanan darah saat jantung berdetak memompa darah keluar
  •  Bilangan kedua: tekanan diastolik adalah tekanan darah saat jantung mengambil jeda

Jika tekanan darah Anda adalah 145 per 95 atau 145/95mmHg, berarti tekanan sistolik Anda 145mmHg dan tekanan diastolik Anda 95mmHg. Anda akan didiagnosis memiliki tekanan darah tinggi (secara medis dikenal sebagai hipertensi) jika hasil dari beberapa kali pemeriksaan tekanan darah Anda tetap diatas 140/90mmHg.

Target tekanan darah bagi penderita penyakit ginjal, diabetes, atau kondisi yang memengaruhi jantung dan sirkulasi darah adalah di bawah 130-80mmHg.

Itulah beberapa cara mengobati penyakit hipertensi. Semoga bermanfaat.

salam
www.obathipertensi.org